Wijaya menjelaskan, pasien RSMH yang menggunakan program pendaftaran online ini masih sedikit yakni dibawah 10 persen.
“Dari sehari 700-800 pasien rawat jalan, yang menggunakan program pendaftaran online ini sekitar 70 orang. Padahal program ini sudah dilaunching sejak Januari 2017,” bebernya.

Menurutnya, pihaknya sudah sering melakukan sosialisasi. Namun penerapan pendaftaran pendaftaran online ini belum maksimal.

“Mungkin masyarakat terutama dari daerah belum banyak yang tahu. Kita mintak media sosialisasikan program ini. Selain itu, faktor lainnya adalah jaringan internet didaerah belum maksimal karena butuh jaringan 4G, ” bebernya.