bentarlagi.com – Menonton sebuah film yang berulang ulang sebagian orang buang buang waktu, namun ada sebagian asik aja dan fun dibuat nya apa lagi film tersebut punya konten, ide cerita, theme yang berhubungan dengan hal hal yang up to date.

Semisal ketika momentum Hari Kemardekaan biasa nya tayangan TV non berbayar tayangkan film “Janur Kuning” selalu disiarkan untuk pemirsa. Ketika akan Pemilu di Amerika, karya Roland Emmerich, ditulis oleh Robert Rodat, dan dibintangi oleh Mel Gibson tak luput dari jadwal, ada saja chanel TV bela belain tayang.

Momentum awal tahun ini ketika industri mobil berlomba lomba sajikan model, tehknologi dan kecanggihan sebuah produksi baru mobil saat ini, GTV salah satu grup MNC ini tak mau ketinggalan tuk sajikan “The Fast and the Furious: Tokyo Drift”.

“The Fast and the Furious: Tokyo Drift”merupakan sebuah film action balapan liar ditahun 2006 yang disutradarai oleh Justin Lin. Dan film ini merupakan franchise Fast and the Furious ketiga yang dirilis di seluruh dunia pada tanggal 16 Juni 2006, dimana film tersebut menampilkan aksi pencurian dan balap mobil- mobil Asia di Amerika Utara yang pertama kali muncul pada tahun 2001 kemarin. Mengedepankan aksi kebut-kebutan dan sederetan mobil-mobil modifikasi yang super cepat dan super mahal, film ini di luar dugaan sukses secara komersial bila dihitung dari raupan yang berhasil didulangnya. Maka, tidak mengherankan jika kemudian film arahan sutradara Rob Cohen itu beranak pinak, dan menjelma menjadi franchise film laris dengan raihan yang fantastis.