Tak binasa kata-kata dan kebahagiaan di negeri Karya Mulya. Pun tiada lekang perjuangan bagi generasi muda.

Penulis : rsdjafar/arwen wijaya

Palembang, bentarlagi.com – Ahad, 28 Juli 2019. Sebuah tenda berukuran lebar terbentang di Karya Mulya. Sedari pagi ratusan anak-anak terlihat berkumpul di Taman Belajar Membaca di RT 12, Jalan Takwa, Kelurahan Karya Mulya, Mata Merah, Kecamatan Sematang Borang, Palembang. Selain berjejer ragam kuliner khas, nampak sebuah mobil bertuliskan ‘Ayo Membaca’. Tak kurang dari ratusan jenis buku tersusun rapi di mobil tersebut. Suasanapun serasa kental dengan hajatan anak-anak.

Kali ini generasi yang berkunjung rata-rata anak-anak yang masih duduk di bangku SD hingga SMP. Mereka saling berlomba guna menjadi nomor satu.

Di sisi kanan panggung utama, sekumpulan anak-anak bahkan masih sibuk dengan krayon saat lomba mewarnai berlangsung. Beberapa meter dari tenda panggung, nampak pula peserta lomba azan memadati Mushalla Kesuma ‘Al-Hidayah’.

Tepat pukul 09.45 WIB, tabuhan gendang terasa makin keras. Tiupan nyanyian ‘Selamat Datang’ kian melengking saat menyambut kedatangan rombongan kelurahan Karya Mulya.

Sesampainya di lokasi acara “Happy Children Day 2019” yang dipusatkan di TBM Karya Mulya, Fitriansyah MSi, Lurah Karya Mulya langsung duduk di bagian terdepan.

“Kita ingin anak-anak yang ada di Karya Mulya dapat merasakan kebahagiaan. Dan, satu hal yang perlu kita tingkatkan, mari kita beri kesempatan pada mereka agar terus membaca. Bukankah buku-buku itu jendela dunia…?,” demikian pesan Fitriansyah di hadapan undangan.

Gayung seakan bersambut. Anto Ardi, Ketua Pelaksana Acara ‘Happy Children Day 2019’ menyampaikan, kegiatan lomba berjalan selama sehari, itu diikuti sebanyak 100 anak. Jenis perlombaan antaralain lomba mewarnai, azan, baca puisi, baca surat pendek, doa, tari daerah, serta lomba lagu Islami.

“Syukur alhamdulillah, anak-anak begitu antusias. Kegiatan ini diprakarsai oleh mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadyah Palembang. Serta mahasiswa STISIPOL Chandradimuka. Kebetulan kami sedang menjalani Kerja Kuliah Nyata,” sambung Anto Ardi.

Zulkarnain, mewakili Dinas Arsip dan Keperpustakaan Daerah Palembang menyebutkan, pihaknya tetap optimistis bahwa TBM Karya Mulya terus menunjukkan prestasi. Ia menyaksikan kegiatan di TBM, ini selalu jadi idaman para generasi anak-anak.

“Saya yakin, anak-anak di sini tidak akan pernah bosan membaca. Kedepannya, kami berupaya agar pojok baca di TBM ini mengajak warga. Karena mereka anak-anak kita yang butuh perhatian dan kasih sayang, makanya ini jadi tanggungjawab kita semua,” dia menuturkan.

Sementara itu, Ahmadi Ketua RT 12 Karya Mulya mengemukakan, selama ini kegiatan giat membaca di TBM Karya Mulya sudah berjalan baik. Tinggal lagi, bagaimana mendorong semangat para orang tua supaya ikut berperan langsung demi terwujudnya para generasi yang cerdas, produktif, dan memiliki akhlak.

“Bu Yuli yang kita anggap selaku perintis lahirnya TBM ini patut kita acungkan jempol. Dia salahsatu contoh emak-emak di zaman Now yang konsen pada kegiatan TBM. Mari berikan tepuk tangan untuk Bu Yuli…,” Ahmadi terharu.

Perjuangan demi perjuangan telah menghiasi ranah Karya Mulya. Namun dibalik itu semua, meraih masa depan generasi muda tentulah butuh kerja keras. Sama halnya ketika TBM Karya Mulya memerjuangkan kecerdasan generasi anak. Ada pertanyaan kecil yang agaknya terngiang di Hari Anak Nasional. Masih adakah semangat perubahan demi peradaban generasi muda seperti yang dititipkan TBM Karya Mulya?

“Kami sangat berkeyakinan, semangat untuk berubah itu tetap membara di hati anak-anak kita,” nada Yuli merendah namun pandangannya begitu kuat (*)