Palembang, Bentarlagi.com – Tak terasa hari berganti hari, lalu pekan berganti pekan, dan kini tibalah tanggal 1 Muharram 1441 Hijriah. Semoga di Tahun Baru Islam, itu membawa nikmat berkah untuk para jemaah di Mushalla Baitul Makmur.

Sabtu, 31 Agustus 2019. Ratusan jemaah yang berdomisili di Perumahan Griya Cipta Sejahtera Jalan Macanlindungan, RT 10/ RW 05, Bukit Baru bergegas memadati Mushalla Baitul.

Usai shalat Magrib berjemaah, seluruh jemaah yang hadir menggelar Yasinan bersama. Berikutnya acarapun dilanjutkan dengan menampilkan lagu-lagu islami yang dibawakan oleh ibu-ibu majelis taklim Baitul Makmur.

Ba’da Isya, nampak para jemaah mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa begitu khusuk mendengarkan lantunan ayat suci Alquran yang dibawakan Aimi SPd.

Ustad Buchori di dalam ceramahnya menyampaikan, Allah SWT telah menegaskan dalam Alquran, tidak akan pernah seorangpun yang sanggup menghitung segala nikmat dari-Nya.

“Banyak sekali umat Islam sekarang yang tak hafal bulan-bulan hijriah. Itu faktanya,” cetus Buchori.

Sebut Buchori, jangan dikatakan memeringati 1 Muharram itu bid’ah. “Kata Allah, kami ceritan hai Muhammad yang sebenar-benarnya supaya kalian bisa mengambil hikmah bagi yang berakal’. Makanya kito perlu memperingati Hari Umat Islam. Ya, salah besar yang beranggapan siapa yang memperingati 1 Muharram itu bid’ah,” Buchori menjelaskan.

Sambungnya, ada pula umat yang beranggapan tahlil juga bagian dari bid’ah.

“Itu juga salah besar, karena dalam tahlil ada kalimat-kalimat La Illahaillaulah,” ujarnya.

Dirinya justru sangat prihatin bilamana ada yang menilai peringatan 1 Muharram 1441 Hijriah itu bid’ah.

Hisablah diri kalian, ungkap Buchori, sebelum dihisab Allah SWT. Dan, waktu juga terbagi menjadi kemarin, sekarang, dan masa mendatang. Untuk itu memperingati Tahun Baru Islam adalah waktunya membuang yang haram dan mengganti yang halal.

“Bapak dan Ibu percaya tidak? Bahwa orang dalam kuburan itu mereka ingin dibalikkan kembali ke alam dunia..!. Ada pula diantara mereka yang telah meninggal yang meminta ‘Duhai Tuhan Kami telah kami saksikan alam siksaMu, maka hidupkan lagi jasad kami’,” dia menyampaikan.

Lanjut Buchori, kematian itu begitu dekat dengan kita. Namun yang penting persiapkan bekal sebanyak-banyaknya. Sebaik-baik bekal itu ialah takwa.

“Diberikan ia ilmu semakin tawadhulah dia, diberikan ia kelebihan harta semakin dermawanlah ia. Inilah orang-orang yang bertakwa,” dituturkannya.

Jelli Syamsudin, jemaah Baitul Makmur mengemukakan, sesungguhnya momentum peringatan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah ini akan menambah wawasan tentang bagaimana kilas balik 1 Muharram tersebut.

“Pada konteks 1 Muharram itu, ada bulan-bulan Hijriah. Itu juga bagian dari kesepakatan kita. Kan ada kisah seribu tahun di dunia, satu hari di akhirat. Itu juga masuk ke dimensi waktu” tuturya didampingi Purnomo, Racmat, Assep, jemaah Baitul Makmur lainnya. (rsdjafar)