Palembang, Bentarlagi.com – Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jurusan Analis Kesehatan Palembang mengambil sumpah profesi. Tunaikan rahasia profesionalitas serta menjaga kode etik.

Sabtu, 14 September 2019 tak kurang dari 80 mahasiswa Poltekkes Kemenkes Jurusan Analis Kesehatan Palembang kelas Recognisi Pembelajaran Lampau (RPL) mengambil sumpah profesi tenaga ahli. Acara yang berpusat di Komplek Analis Gizi di Jalan Sukabangun 1, KM 6,5 Kota Palembang.

Sumpah profesi itu diikuti oleh beberapa Perguruan Tinggi kesehatan. Ada yang berasal Poltekes Depkes Kemenkes Palembang dan STIKES Widya Darma. Periode tahun ini yang mengikuti sumpah profesi tersebut berjumlah 80 orang RPL Lokosi Khusus (lokus) Palembang meliputi 16 lokus Muaraenim dan 14 lokus Bangka Belitung serta sisanya Stikes Widya Darma.

Ketua Pelaksa Sumpah Profesi Asrori Amak, SPd MM kepada Bentarlagi.com menyampaikan, setiap mahasiswa yang lulus, maka diwajibkan mengikuti sumpah profesi.

“Sumpah profesi ini penting terlebih lagi mahasiswa nantinya bakal siap kerja,” ucap Asrori yang juga Koordinator Bagian Kemahasiswaan Poltekkes Depkes Jurusan Analis Kesehatan, Kemeskes Palembang.

Gayungpun bersahut. Nurhayati SPd SKM Mkes, Ketua Jurusan Analis Diploma 3 Kesehatan mengemukakan, ia meminta supaya para lulusan haruslah benar-benar profesional ketika menjalankan pekerjaan dikemudian hari.

“Selamat kepada para Tenaga Analisa Kesehatan yang baru saja menyelesaikan pendidikan dengan menyandang gelar Ahli Madia Kesehatan atau (AMd). Kini, kalian sudah menyandang gelar akademik. Dan, akan mematuhi sumpah profesi yang jadi tanggung jawab saudara terhadap kode etik profesi serta tugas sebagai tenaga analisis kesehatan,” ia menegaskan.

Sambungnya, tenaga ahli kesehatan sangat dibutuhkan sebagai bagian dari pejuang kesehatan.

“Sehingga jangan berhenti mengabdi demi atas nama kesehatan. Lalu, jangan pernah membedakan, jaga nama baik profesi,” pintanya.

Di tempat yang sama, Daryusman AMAK SKM MKes Ketua DPW Persatuan Ahli Tehknologi Kesehatan Sumatera Selatan tampak melaksanakan prosesi sumpah terhadap tenaga kesehatan yang baru saja menyelesaikan pendidikan Diploma 3. Mereka yang disumpah adalah para tenaga kesehatan yang menyelesaikan D-3 Analisa Kesehatan, Poltekes Kemenkes Palembang, dan Perguruan Tinggi Widyah Dharma Palembang.

Di depan hadirin yang hadir, Daryusman menyebutkan, tenaga ahli teknologi laborarium kesehatan harus jujur, teliti, dan bertanggungjawab sesuai dengan standar profesi dan kode etik ahli teknologi laborarium medik.

“Saudara saudara hendaknya bertanggungjawab sesuai dengan standar profesi ahli. Jangan membedakan suku bangsa, agama, ras, maupun jabatan yang Anda layani,” dia menuturkan.

Juga ia mengingatkan idealnya kepentingan pasien harus diutamakan. Serta menjaga kerahasian pasien, setia kawan, saling menghormati, menjaga keluhuran profesi.

Seusai pengambilan profesi sumpah, Agus Ramdani Ketua Kelas RPL mengatakan, bahwa dalam penerapan proses pembelajaran ia tidak mengalami perbedaan dengan kelas reguler.

“Walau kuliah kelas RPK hanya 1 tahun kami tetap fokus dan selalu belajar dengan tekun biar nilai IPK mendapatkan nilai terbaik. Kami sangat bersyukur serta mengucapkan rasa terimakasih kepada para Dosen dan Direktur Poltekes Kemenkes, Dinas Kesehatan yang sudah mengadakan program kelas khusus ini,” Agus Ramdani berkata.

Sekadar informasi tepat Ahad 15 September 2019 akan digelar seminar nasional dan reuni akbar. Bertempat di Hotel Beston atau eks Hotel Horison depan Cinde. Pesertanya bakal dihadiri 600 peserta dari berbagai perguruan tinggi. (sahwiran/rsd)