PALEMBANG, Bentarlagi.com – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem membuat gebrakan Ujian Nasional akan dihapus di 2021 diganti Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Memerbaiki kualitas pendidikan target utama secara skala nasional.

Hj Eva Susanti Anggota Komite III DPD RI menggelar Reses di Kantor Badan Kepegawaian Pengembangan SDM (BKPSD) Kota Palembang. Saat Reses nampak dihadiri unsur Kepala Dinas Pendidikan, Kesehatan, Pemuda dan Olahraga. Ketika berjalannya dialog, berkembang pembahasan bahwa Ujian Nasional menjadi penting guna melihat sejauh mana hasil program keberhasilan atau ketercapaian target di dunia pendidikan Nasional.

Namun mekanisme serta metode pelaksanaan perlu diganti dengan mempertimbangkan segala aspek, karena pendidikan adalah sistem yang semua komponen terlibat pemerintah, swasta, masyarakat.

“Justru saya lebih menitikberatkan dari perspektif siswa, guru, pihak sekolah, dan masyarakat. Bagaimanapun saya ingin kualitas pendidikan meningkat secara nasional. Namun, tetap dilihat juga kemampuan sekolah yang ada di pusat kota dengan segala fasilitas tentu akan berbeda dengan sekolah yang berada di pelosok desa. Jangankan internet listrik dan sinyal hanphone belum ada,” ungkap Eva Susanti saat Serap Aspirasi bersama jajaran kepala dinas yang hadir.

Konsentrasi Eva Susanti di dunia pendidikan memang tak perlu diragukan lagi. Dia berprinsip, pendidikan itu harus mencerdaskan dan hak bagi seluruh warga negara. Untuk itu, dirinya bersiap menjadi mediator dan menjembatani antara pemerintah pusat dan daerah bahas sistem pendidikan dalam rapat-rapat di gedung senayan Jakarta.

Tak lupa pula di Reses ini, Eva Susanti menyampaikan, sesuai bidang di Komite III inventarisasi pengawasan atas pelaksanaan dari Undang-undang Nomor 3 Tahun 2015 Tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Juga Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS khusus BPJS Kesehatan. Dan, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Khusus penghapusan Ujian Nasional serta aspirasi lain yang relevan.

Pada Rabu, 24 Desember 2019, senator perempuan itu menyambangi gedung Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kota Palembang.

“Saya melihat olahraga menjadi penting dalam menjaga kebugaran dan aktifitas positif bagi generasi muda. Nah, pemerintah harusnya membuat program pembinaan olahraga yang berkelanjutan dari tingkat kelurahan, kecamatan, sampai level kota,” sambung Eva.

Menyoal bagaimana pendanaan dan dukungan program dari pemerintah pusat, menurut Eva Susanti sekarang ini keberadaan fasilitas sarana prasarana olahraga sepertinya masih belum memadai khususnya di kota Palembang.

“Saya lihat perkembangan olahraga bulutangkis di Palembang cukup baik secara kualitas maupun prestasi. Maka, kedepannya yang perlu diperhatikan adalah pembangunan fasilitas olahraga terpadu di lingkungan masyarakat,” Eva berujar.

Pun Eva menilai, pengembangan bibit atlit-atlit bulutangkis perlu dukungan dari regulasi yang mengatur ketersediaan fasilitas serta kesejahteraan akan nasib masa depan atlit.

“Organisasi PBSI sudah mulia dan berkembang sampai ketingkat kelurahan dan kecamatan. Sebab itu, butuh didukung oleh lapangan olahraga yang memadai,” kata Eva.

Ratu Dewa Ketua PBSI Kota Palembang menyebutkan, usai terpilih sebagai Ketua PBSI Kota Palembang beberapa tahun yang lalu ia segera melakukan konsolidasi bersama pengurus. Serta, dilanjutkan dengan merancang dan menyusun program-program berupa even guna menjaring bibit-bibit atlit bulutangkis berprestasi.

“Dan, sekaligus saya ingin menguatkan lagi silaturahmi antar pengurus atau klub yang ada di Sumatera Selatan,” Ratu Dewa menguraikan. (rsdjafar)